Ini adalah Blog Arif Nurul Imam

"Orang Boleh Pandai Setinggi Langit Tapi Selama ia Tidak Menulis Ia akan hilang didalam Masyarakat dan Sejarah. Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".

Ini adalah Blog Arif Nurul Imam

"Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".

Ini adalah Blog Arif Nurul Imam

"Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".

Ini adalah Blog Arif Nurul Imam

"Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".

Ini adalah Blog Arif Nurul Imam

"Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".

Thursday, April 30, 2015

Konflik Pasir Besi Kulonprogo

Kedaulatan Rakyat, 28/10/2008, Halaman satu


WATES (KR) - Sekelompok massa melakukan perusakan sejumlah posko Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) dan poskamling di sepanjang Jalan Deandles, mulai dari Desa Garongan dan Pleret Kecamatan Panjatan dan Desa Karangwuni Kecamatan Wates, Senin (27/10). Selain itu, sebanyak 15 wakil PPLP yang akan ke DPRD Kulonprogo juga dihadang sekelompok massa berseragam hitam-hitam mengendarai sekitar 50 sepeda motor dan mobil, sehingga mereka membatalkan rencana ke gedung DPRD. Pada saat yang sama, kelompok massa menggelar demo di DPRD Kulonprogo. Mereka mendukung rencana penambangan pasir besi di kawasan pesisir Kulonprogo. Juga diperoleh informasi, keberadaan mereka di gedung DPRD juga dimaksudkan untuk menjaga aset DPRD dan berjaga-jaga terkait adanya rencana pemaksaan kepada Ketua DPRD dan Bupati Kulonprogo agar menolak rencana penambangan pasir besi. Mereka datang sekitar pukul 09.00 dan baru membubarkan diri pukul 13.00.

Saturday, April 4, 2015

Jenis Kritikus Jokowi


Dok Foto Jurnalisnews.com 


Dalam sebuah negara demokrasi, melontarkan sebuah kritik pada pemerintah yang berkuasa tentu merupakan hal yang lumrah. Kritik berfungsi untuk memastikan mekanisme check and balance berjalan. Kritik boleh datang dari siapa saja, asal bersifat konstruktif sekaligus memberi kontribusi positif bagi bangsa dan negara yang sedang berada dalam masa transisi demokrasi ini.

Monday, March 23, 2015

Tjokroaminoto, Raja Jawa Tanpa Mahkota

Cerita pagi

dzikry subhanie

Sindo, minggu,  22 maret 2015  −  05:00 wi

Oleh pemerintah hindia belanda, haji oemar said (hos) tjokroaminoto disebut "de ongekroonde van java" (raja jawa tanpa mahkota). Berikut kisah guru sejumlah tokoh bangsa indonesia ini. 

Sebutan raja jawa tanpa mahkota yang diberikan kepada hos tjokroaminoto, ada yang juga menulisnya hos cokroaminoto, menggambarkan betapa besar pengaruh tjokroaminoto di kalangan masyarakat dan juga menggambarkan rasa khawatir pemerintah belanda terhadap tokoh ini.

Tjokroaminoto lahir di desa bakur, tegalsari, ponorogo, jawa timur, pada 1883. Namun,wikipedia mencatat tjokroaminoto lahir di sumoroto, ponorogo, jawa timur, 16 agustus 1882.

Wednesday, February 11, 2015

Anti Mafia Migas, Apakah Faisal Basri Neolib?



Aktual.co
Senin, 08-12-2014 22:57
Anti Mafia Migas, Apakah Faisal Basri Neolib?  : aktual.co
Ilusastri Bongkar Mafia Migas

Tudingan sebagai agen neolib, ditanggapi enteng FB. Tudingan itu dinilai FB hanya digunakan sebagai alat kepentingan politik untuk mendelegitimasi dan mendiskreditkan. Apalagi kepada penulis, FB dalam berbagai kesempatan terpisah, acap menyebut diri selaku keluarga mantan Wakil Presiden Adam Malik Batubara, dia tidak akan pernah meninggalkan ajaran Tan Malaka, untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat murba.


Jakarta, Aktual.co — Ada paradoks berkenaan dengan stigma ideologis atas Faisal Basri (FB). Ada yang menilai mantan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) ini, sebagai sosok politisi berhaluan sosial demokrasi (sosdem). Di lain sisi, intelektual aktivis ini dituding sebagai agen neolib alias penganut ideologi neoliberalisme yang memuja pasar bebas.

Yang pasti FB, seturut Arif Nurul Imam, rekan diskusi terdekatnya, mustahil menganut kedua ideologi tadi secara bersamaan. Karena pemikiran dari Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang kini popular disebut Tim Anti Mafia Migas ini, diyakini Arif, tidak mungkin berkelamin ganda. FB selaku ekonom dosen Universitas Indonesia (UI) ini, menurut Arif, pasti menganut salah satu paham itu. Entah sosdem atau pemuja pasar bebas.

Thursday, November 27, 2014

Harga Gorengan Gerobak dan Hasil Survey LSI

Oleh: Arif Nurul Imam
Tadi pagi, mulut saya terasa pahit karena cuma minum air putih. Kemudian, bergegas keluar mencari makanan. Di depan gerbang, ada penjual gorengan gerobak yang sedang asyik memainkan kedua tangannya menggoreng tepung di atas wajan.
Bau gorengan begitu menyengat; yang memancing reaksi lidah saya jadi 'kemecer'. Kaki secara spontan bergerak melangkah mendatangi penjual gorengan itu yang sedang asyik menggoreng aneka makanan camilan.

Tuesday, November 18, 2014

Paradigma Membangun Jakarta

Oleh : Arif Nurul Imam
Jakarta adalah kota besar yang tak boleh dikelola dengan sembarangan atau asal-asalan. Sebagai pusat pemerintahan, seharusnya Jakarta dapat menjadi inspirator daerah lain bagaimana menjalankan pemerintahan yang dapat menjadikan warga adil, makmur, nyaman dan bahagia. Sebagai ibukota Negara, Jakarta bisa dikatakan memiliki segalanya, bukan hanya soal potensi yang beragam serta sumber pendanaan yang memadai , tapi juga menyimpan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang melimpah, selain akses yang mudah.

Good and clean governance merupakan gagasan global yang sedapat mungkin mesti menjadi acuan dalam menyelenggarakan tata pemerintahan yang bersih, efisien, transparan, profesional dan akuntabel. Prinsip dan nilai demikian akan mengatur pola hubungan antara pemerintah, dunia usaha swasta serta masyarakat. Pemerintah bertindak sebagai fasilitator selain regulator yang berfungsi memfasilitasi sekaligus mengatur bagaimana dunia usaha swasta dan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan.

Monday, November 17, 2014

Faisal Basri: Sosdem atau Neolib?

Nov 17, 2014

Oleh: Arif Nurul Imam

Stigma ideologi yang melekat di wajah ekonom Faisal Basri memang paradoks. Di satu kalangan, ia dinilai sebagai tokoh politik dan ekonom berhaluan sosial demokrasi (sosdem), tapi di kubu lain kerap diasosiasikan dengan ideologi neoliberalisme alias pemuja pasar. Sewaktu di PAN, misalnya, mantan sekjen PAN ini, dipandang sebagai penganut paham sosdem, namun di beberapa kelompok intelektual aktivis kerap dituding berhaluan neoliberal.

Namun, menganut kedua ideologi tersebut juga mustahil. Tidak mungkin berkelamin ganda, karena itu hampir dipastikan menganut salah satu paham tersebut; entah sosdem atau pemuja pasar bebas.

Sesungguhnya, saya tidak memiliki pengetahuan yang cukup memadai untuk menjelaskan mengenai pertentangan kedua pandangan publik tersebut. Hanya saja, karena dinilai memiliki kedekatan pribadi serta mempunyai kemewahan untuk diskusi secara personal, acapkali diminta penjelasan oleh teman-teman yang berlatar belakang dari berbagai jenis profesi dan beragam ideologi, yang tidak kenal secara langsung dengan beliau. Tidak hanya itu, beberapa kawan yang mengenal langsung pun, pernah pula meminta penjelasan perihal tersebut, bahkan putra sulungnya yang kini tengah studi di Inggris.

Menakar Peluang Calon Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah



Logo Pemuda Muhammadiyah
Saturday, 15 November 2014,

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Arif Nurul Imam*


Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah akan menggelar Muktamar XVI di Padang, Sumatra Barat pada 20-22 November 2014. Dalam acara ini, ada serangkaian kegiatan yang akan digelar dalam agenda empat tahunan tersebut, diantaranya akan melakukan rumusan kerja organisasi serta membahas berbagai isu-isu kebangsaan. Tak hanya itu saja, muktamar ini juga menggelar agenda yang kerap ditunggu-tunggu, yaitu pemilihan anggota formatur dan ketua umum.

Monday, November 10, 2014

Faisal Basri Sang Pendobrak



Reportase24.com -Jakarta- Faisal Basri adalah sosok tokoh Indonesia yang memiliki wajah beragam. Selain di kenal sebagai ekonom senior, ia juga di kenal publik sebagai aktivis, penulis dan politisi. Kiprah dan sepak terjangnya hampir selalu disorot oleh publik, sebab di samping ide serta gagasannya selalu segar. Lelaki kelahiran Bandung 6 November 1959 ini, juga sangat kuat dalam menjaga prinsip terkait kebenaran yang di yakini, kendati harus dimusuhi oleh banyak orang.

Saturday, November 8, 2014

Drs. Sutejo, Wakil Bupati Kulonprogo yang Sederhana


Di penghujung jabatannya sebagai wakil bupati, Pak Tejo, begitu orang akrap menyebut, masih saja  tidak merubah sifat sederhana. Sesungguhnya, ia merupakan birokrat murni yang menempuh karir dari paling bawah.

Sewaktu kuliah, lelaki kelahiran Nanggulan, Kulonprogo ini sudah menjadi pamong desa. Tak begitu lama, atas dukungan masyarakat akhirnya terpilih menjadi kepala desa. Selanjutnya, beliau menjadi PNS di Pemda Kulonprogo hingga menjabat posisi sebagai asisten sekretariat daerah hingga pensiun.