Ini adalah Blog Arif Nurul Imam
"Orang Boleh Pandai Setinggi Langit Tapi Selama ia Tidak Menulis Ia akan hilang didalam Masyarakat dan Sejarah. Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".
Ini adalah Blog Arif Nurul Imam
"Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".
Ini adalah Blog Arif Nurul Imam
"Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".
Ini adalah Blog Arif Nurul Imam
"Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".
Ini adalah Blog Arif Nurul Imam
"Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadian".
Showing posts with label Kisah Wong Cilik. Show all posts
Showing posts with label Kisah Wong Cilik. Show all posts
Monday, May 13, 2019
Mewujudkan Pemilu Jurdil
By arif nurul imam 9:54 AM
Catatan Politik, Gagasan Pembangunan, Kisah berdemokrasi, Kisah Wong Cilik, Opini Media No comments
Mewujudkan
Pemilu Jurdil
Oleh : Arif Nurul Imam
(Analis Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting)
Pemilihan umum (Pemilu) merupakan mekanisme
demokrasi untuk melakukan sirkulasi dan rotasi kepemimpinan. Karena itu,
salah satu syarat pokok demokrasi adalah adanya sistem Pemiluyang jujur
dan adil (free and fair elections).Oleh sebab itu, dalam
setiap proses Pemiluhal yang harus dipastikan adalah prinsip jujur dan
adil (jurdil). Sebab jika prinsip jurdil lenyap, maka
hampir dipastikan Pemilu hanya akan menciptakan kegaduhan politik
dan menguras uang APBN.
Pemilu
sebagai pertarungan politik antarpara kontestan acapkali menimbulkan tensi
politik memanas. Kondisi ini sejatinya bisa dipahami, karena dalam kontestasi
untuk merebut dukungan dan simpati pemilih acapkali terseret dalam kubangan
pragmatisme politik dengan menghalalkan segala cara, seperti money politics,
bahkan dengan melakukan praktik kecurangan.
Dalam
kondisi semacam ini, maka mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil mutlak
diperlukan. Bukan saja untuk memastikan kualitas demokrasi agar on
the track, melainkan juga untuk memastikan asas fairnessehingga
pada gilirannya dapat terselenggara Pemilu berkualitas. Sebab,selain harus
menegakkan electoral integrity, Pemilu juga diharapkan
dapat menghasilkan pejabat publik, baik di legislatif maupun eksekutif, yang
memiliki integritas tidak tergoyahkan.
Wednesday, August 26, 2015
Pengkultus dan Pendukung Rasional Jokowi
Jokowi, presiden RI
ke-7 yang terpilih secara demokratis memang tidak semua pendukungnya
bercorak rasional, melainkan kombinasi antara pendukung rasional dan
pengkultus. Kombinasi inilah yang mampu menghantarkan di kursi Presiden,
sebab antara suara “preman pasar” dan suara profesor dalam
penghitungan memiliki bobot sama satu suara.
Jika menyimak sebelum dan sesudah terpilih sebagai presiden, sebagian pendukung Jokowi terbilang fanatik
sehingga apapun langkah Jokowi dianggap sebuah kebenaran dan yang
berseberangan dianggap salah besar. Gejala ini mirip pengkultusan
terhadap sosok Jokowi layaknya manusia setengah dewa yang tak memiliki
cela dan kekurangan. Padahal, selagi masih manusia, pasti memiliki
kekurangan dan kelebihan. Maklum, sebagian besar pendukung Jokowi adalah masyarakat kelas bawah sebagaimana dirilis oleh berbagai lembaga survey.
Thursday, November 27, 2014
Harga Gorengan Gerobak dan Hasil Survey LSI
Oleh: Arif Nurul Imam
Tadi pagi, mulut saya terasa pahit karena cuma minum air putih. Kemudian, bergegas keluar mencari makanan. Di depan gerbang, ada penjual gorengan gerobak yang sedang asyik memainkan kedua tangannya menggoreng tepung di atas wajan.
Bau gorengan begitu menyengat; yang memancing reaksi lidah saya jadi 'kemecer'. Kaki secara spontan bergerak melangkah mendatangi penjual gorengan itu yang sedang asyik menggoreng aneka makanan camilan.











